Tampilkan postingan dengan label Potensi Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Potensi Desa. Tampilkan semua postingan

Aktifitas Desa 



Aktifitas kesehatan
Di Desa Sukaratu memiliki puskemas pembantu sebagai fasilitas kesehatan masyarakat di desa yang berlokasi di dekat Pasar Lewo, puskesmas pembantu tersebut memiliki 3 orang petugas kesehatan yang salah satunya adalah bidan yang bertugas di Desa Sukaratu apabila di desa tersebut membutuhkan pertolongan pertama. Selain itu terdapat 7 posyandu di Desa Sukaratu yang tersebar di daerah Cileuleuy, Dangdeur, Kebun Jeruk, Panyindangan, Pangkalan dan Jatilarangan, posyandu mengadakan pelayanan imunisasi, gizi dan ibu hamil setiap 1 bulan sekali. Puskesmas pembantu ini ditangani oleh puskesmas induk yang terdapat di Desa Citeras,  yang memiliki fasilitas BP umum, poli gigi, imunisasi, IGD, Persalinan, dan apotek. Puskesmas ini melayani selama 24 jam dan memliki 33 petugas medis, 2 sebagai dokter, 16 perawat, dan 15 bidan.

Aktifitas Pemuda dan Kelembagaan
Pemuda di setiap RT memiliki satu ketua pemuda yang dibina oleh RT. Ketua pemuda antar RT ini terikat dalam satu kelembagaan yaitu Karang Taruna Sukaratu yang dipimpin oleh satu ketua. Aktivitas yang biasa dilakukan oleh pemuda karang taruna adalah pertandingan sepakbola, kerja bakti dll.

Aktifitas Adat Istiadat, Budaya, Kesenian dan Potensi Desa Sukaratu
Aktivitas adat istiadat, budaya dan kesenian dipengaruhi agama sehingga adat di desa ini lebih menekankan pada ajaran agama Islam. Potensi desa meliputi:
Potensi pertanian : jagung, singkong, padi dan sayur-mayur
Potensi perikanan : ikan nila, ikan mujair dan ikan mas
Potensi industry : tempe, tahu, oncom, kulit dan endog lewa.
Potensi SDM : memiliki banyak keahlian hanya saja kurang modal untuk mengembangkan keahlian dan usahanya
Potensi SDA : Desa Sukaratu memiliki lahan yang subur sehingga sawah menjadi lebih dominan sehingga komoditas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan devisa desa.
Potensi wisata : terdapat Situ Cibaduyut yang digunakan untuk pariwisata.

Aktifitas Keagamaan
Garut terkenal dengan daerah santri sehingga keagamaan disini cukup kental. Pengajian diadakan setiap bulan di beberapa masjid dan pondok pesantren. Ada beberapa jenis pengajian yang diadakan seperti pengajian dengan kajian materi  tertentu dengan target sasaran bapak-bapak dan ibu-ibu dan ada pula pengajian Al-Quran yang biasanya diikuti oleh ibu-ibu.



Aktifitas kependidikan
            Desa Sukaratu memiliki 3 fasilitas pendidikan sekolah dasar yaitu SDN Sukaratu I, SDN Sukaratu II dan SDN Sukaratu III. Mutu pendidikan di Desa Sukaratu masih rendah. Hal ini dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat mengenai pendidikan masih rendah. Hal menjadi kendala dalam bidang pendidikan adalah:
1. Factor ekonomi
Faktor ekonomi yang rendah dimana pekerjaan orang tua masih rata-rata petani sehingga lebih berpikir agar anak-anaknya membantu mereka di Ladang sehingga tidak heran program wajib belajar 9 tahun masih sulit dicapai.
2. Factor sarana dan prasarana
Faktor sarana dan prasaran masih kurang seperti bangku, lampu, ATK, tenaga pengajar yang tidak mencukupi. Guru merangkap berbagai pelajaran yang ada sehingga tidak focus dan maksimal dalam pemberian materi. Pendidikan masyarakat sebagian besar hanya sampai tingkat SD dan SMP dan sebagian kecil yang melanjutkan ke SMA dan perguruan tinggi. 

Makanan Khas

  • Endog Lewo
Kunjungan ke pabrik pembuatan endog lewo kami lakukan pada hari jumat tanggal 6 Januari 2012 di Kp. Dangdeur. Ketika kedatangan kami secara kebetulan disana sedang dilakukan proses pembentukan bahan baku yang siap untuk digoreng. Kami diizinkan untuk membantu untuk proses pembentukan dan penggorengan tetapi sayangnya kami tidak diizinkan untuk melihat proses pencampuran bahan dasar dengan bahan pelengkap lainnya karena itu merupaka resep keluarga yang tidak boleh disebarkan begitu cerita si pemilik. Beliau hanya memberi tahu bahan dasar seperti singkong dan sagu tetapi tidak dengan bahan pelengkap lainnya. Perbandingan antara singkong dengan sagu adalah 2 : 1. Dalam satu kali produksi membutuhkan 100 kg singkong dan 50 kg sagu.
Pembuatan endog lewo di daerah sukaratu sebagian besar berada di kampung dangdeur. Ada sekitar 10 rumah yang memproduksi endog lewo tersebut, namun hanya 4 rumah yang produksinya lumayan besar dan memiliki tenaga kerja tambahan. Pemasaran endog lewo ini antara lain mencakup pasar lewo, pasar malangbong, pasar cibatu, dan pasar wanaraja. Selain dipasarkan di sekitar daerah lewo, pemilik endog lewo ini juga melakukan kerja sama dan memasarkannya ke daerah bandung.
  • Oncom
Kami mengunjungi salah satu pabrik pembuatan oncom milik Alm. Bapak Aceng. Disana kami bertemu dengan istrinya. Beliau sudah membuat oncom sejak lama karena pekerjaan ini diajarkan turun temurun dari orang tuanya dahulu. Pembuatan oncom tidak terlalu sulit. Bahan baku yang digunakan berasal dari ampas kedelai yang berasal dari pabrik pembuatan tahu. 
  • Tempe
Kunjungan ke pabrik tempe dilakukan pada hari Kamis, 5 Januari 2012. Pabrik tempe adalah sejenis usaha home industri yang ada di Desa Sukaratu yang bertempat di daerah perumahan warga, letak dari pabrik tempe tersebut terbilang cukup strategis di Kp. Panyinangan.
Pabrik Tempe tersebut sudah beroperasi dan merintis karir sekitar 30 tahun yang lalu, dengan modal yang seadanya dan kecil kecilan  lalu kemudian semakin maju dengan modal yang cukup besar. Usaha ini dibantu oleh anak anaknya sebagai pegawai dalam hal pembuatan tempe dan memasarkan produk tempe milik orang tuanya itu. Pabrik tempe ini menghasilkan 2 tempe yang berlainan warna, yakni warna merah pada kedelainya dan satu lagi warna asli kedelai. Hal ini ternyata merupakan cara yang dilakukan oleh pengusaha tempe untuk memberikan variasi guna menarik perrhatian pembeli.   
Pabrik tempe ini dalam sehari dapat menghabiskan sebanyak 50 kg kedelai untuk kemudian diolah sehingga menjadi tempe. Proses pengerjaan tempe dimulai dari pagi hari  sampai sekitar pukul 12 siang.
Proses Pembuatan :
Proses yang pertama adalah dengan menggiling kedelai sampai halus kemudian menambahkan beberapa bumbu/resep kemudian olahan kedelai itu diletakan pada wadah khusus yang kedap udara dan bersuhu tinggi agar kedelai yang telah diolah itu dapat menjadi tempe yang berkualitas baik. Bila ada udara yang masuk dan suhu tidak panas (dipengaruhi oleh cuaca)  misalnya terjadi hujan terus menerus maka akan menyebabkan kegagalan pembuatan tempe dan kemudian tempe menjadi busuk. Kedelai yang telah dipersiapkan menjadi tempe itu di bungkus dengan suhu tinggi selama hari kemudian diangkat dan diletakan ditempat dingin dan siap untuk dipasarakan. Pemasaran dikerjakan oleh anak-anak dan biasanya dipasarkan di Pasar Lewo dengan sistem bagi hasil keuntungan dengan pedagang yang diberi titipan.
Produk dijual dengan harga Rp 25.000 untuk ukuran sangat besar dan untuk ukuran yang lebih kecil dijual dengan harga Rp 4.500 dan untuk ukuran yang kecil dijual dengan harga Rp 3.000.
Kendala yang dihadapi tidak hanya dari factor perubahan cuaca tetapi dari factor lain seperti naiknya harga bahan baku yang membuat para pengusaha menjadi kekurangan modal dan akhrinya gulung tikar. Kendala ini bukan tanpa solusi, pengusaha tempe di Desa Sukaratu ini mempunyai cara tersendiri dalam hal mengatasinya dengan cara menekan produksi tempe menjadi mengurangi porsi tempe norma menjadi lebih pendek tanpa harus meningkatkan harga jual. Menurut beliau jika mereka menaikan harga maka pembeli enggan untuk membeli tempe buatannya. Selain itu ada cara lain dengan cara menaikan harga jual tempenya diatas harga normal sedikit untuk ukuran normal tanpa pengurangan ukuran tempe/LTR (long_tempe_reduction). 

Tentang Sukaratu

SUKARATU GO
Garut, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

The Power of We

The Power of We